Sebuah runtutan terdiri dari satu atau lebih instruksi setiap instruksi dapat di tulis dalam satu baris atau beberapa instruksi di tulis dalam satu baris dan masing saming nya di pisahkan dengan tand titik koma atau tanda baca lain nya
di dalam sebuah runtunan, setiap instruksi di kerjakan secara berurutan (squensial) sesuai dengan urutan nya di dalam algoritma. Secara squensial artinya suatu instruksi di kerjakan setelah isntruksi sebelumnya di kerjakan. Urutan istruksi menentukan menentukan keadaan akhir algoritma, artinya bila urutan nya di ubah maka hasil akhir nya mungkin juga berubah
Misalkan ada lima buah istruksi yang masing-masing di lambangkan dengan I1, I2, I3, I4, dan I5. Misalkan sebuah runtutan yang terdiri dari lima istruksi di tulis dalam urutan berikut;
I1
I2
I3
I4
I5
Maka bila runtutan tersebut di laksanakan olehsebuah pemroses, maka pelaksanaan nya adalah sebagai berikut. Mula-mula pemroses melaksanakan instruksi I1. Selanjutnya instruksi I2 di laksanakan setelah istruksi I1 selesai di kerjakan. Berikutnya, instruksi I3 di laksankan setelah instruksi I2 selesai. Demikian seterusnya hingga istruksi terakhir I5 di laksanakan. Setelah istruksi I5 di laksanakan, maka runrutan pun selesai.
Sebahai contoh pertama tinjau algorritma mempertukarkan isi sebuah gelas A dan B
ALGORITMA mempertukarkan isi daru dua buah gelas , Adan B
1. Tuangkan larutan dari gelas A ke gelas C
2. Tuangkan larutan dari gelas B ke gelas A
3. Tuangkan larutan dari gelas C ke gelas B
Algoritma di atas adalah sebuah runtunan yang terdiridari tiga buah instruksi. Tiap instruksi di laksanakan dalam urutan yang sama sebagaimana tertulis di dalam algoritma. Hasil akhir (di harapkam dari) algoritma ini adalah :gelas A berisi air dari gelas B, dan gelas B berisi dari gelas A semula.
Di dalam sebuah runtunan, urutan instrulsi menggabarkan logika berfikir penulisnya (yang berarti logika penyelesaian persoalan). Kesalahan urutan penulisan (yang berarti kesalahan logika berpikir) menyebabkan solusi yangdi hasilakan oleh algoritma juga salah. Misalnya pada algoritma pertukaran gelas di atas, urutan instruksinya di ubah sebagai berikut:
1. Tuangkan air dari gelas A ke dalam gelas C
2. Tuangkan air dari gelas C ke dalam gelas B
3. Tuangkan air dari gelas B ke dalam gelas A
Apa hasil nya ? salah bukan ? ini namanya kesalahan logika. Logika memainkan peran sangat penting di dalam algoritma dan pemrograman.
Contoh kedua timjau algoritma untuk menghitung harga barang di supermsrket / pasar swalayan setelah mendapatakan diskon sebesar p%
ALGORITMA menghitung harga barang setelah diskon:
1. input harga barang
2. input p.
3. Hitung potongan harga = harga barang * p
4. Hitung harga barang setelah diskon = harga barang - potongan harga
5. Tulis harga barang setelah diskon
Algoritma di atas adalah sebuah runtutanyang terdiri dari lima buah instruksi. Instruksi pertama adalah meminta input harga barang (harga barang sebelum diskon). Instruksi kedua adalah instruksimeminta input besar diskon, yaitu p (dalam persen). Setelah harga barang dab besar diskon di ketahui, maka instruksi ketiga adalah menghitung potongan harga, yaitu harga barang dikali besar diskon.
Urutan instruksi di dalam algoritma menggambrakan logika dalam menyelasikan persoalan. Urutan tersebut telah cukup jelas,. Tidak mungkin anda menulis hanya barang setelah diskon sebelum anda menghitung potongan harga, bukan ? Jadi algoritma itu bersesuaian dengan urutan urutan cara pikir manusia dalam menyelesaikan persoalan sehari hari